News

Wanita Ini Tampak Bak Model, Ternyata Kepalanya Dihargai Rp 13 Miliar, Apa yang Telah Dilakukannya?

Situs Boredpanda.com memberitakan seorang wanita asal Denmark berusia 23 tahun yang kepalanya dihargai Rp 13 Miliar pada Kamis (9/2/2017).Jika melihat sepintas tak ada yang mencurigakan dari sosok wanita ini.

Wajah cantik serta lekuk tubuh wanita asal Denmark tersebut justru tampak seperti model.

Dia adalah Joanna Palani, seorang mahasiswi jurusan politik berusia 23 tahun dari Denmark.

Namun Joanna bukanlah mahasiswi biasa, ada hadiah sebesar Rp 13 Miliar bagi kepalanya.

 
Joanna Palani/boredpanda.com (boredpanda.com)

Apa yang sebenarnya telah dilakukan wanita ini sehingga kepalanya dihargai Rp 13 Miliar?

Joanna pertama kali menembakkan pistol pada usia 9 tahun.

Bukan lantaran menggunakan pistol di usia anak-anak lantas Joanna menjadi buronan.

Wanita keturunan Iran-Kurdi ini lahir di sebuah kamp pengungsi di Ramadi, Irak, setelah Perang Teluk pertama.

Saat Joanna masih remaja, dia memutuskan berhenti kuliah dan meninggalkan Kopenhagen untuk pergi ke Suriah pada tahun 2014.

Lewat Facebook Joanna menulis bahwa ia terinspirasi untuk memperjuangkan hak-hak perempuan.

Wanita ini lantas bergabung melawan pemberontakan yang tengah terjadi di Suriah.

Joanna bukan saja bergabung menjadi relawan atau tenaga bantuan medis.

Dia benar-benar ikut bertempur di medan perang.

 
Joanna Palani ikut berperang di Suriah dan Irak/boredpanda.com (boredpanda.com)

Pertempuran pertama yang diikuti Joanna ketika melawan rezim Assad.

Kemudian sekarang wanita ini tengah melawan ISIS.

Dia melawan para pemberontak ini di Kobane, sebuah kota Suriah yang perbatasan dengan Turki.

Joanna berperang dengan orang Kurdi ini Unit Perlindungan (YPG).

 Joanna berperang dengan orang Kurdi/boredpanda.com (boredpanda.com)

Joanna menghabiskan 3 minggu di balik jeruji besi sebelum akhirnya dibebaskan.

Namun seja saat itu paspor milik Joanna disita.

 
Joanna dipenjara dan paspornya disita setelah pulang ke Denmark/boredpanda.com (boredpanda.com)

Joanna yakin dirinya akan dilihat sebagai teroris bagi negaranya sendiri.

Dia juga tinggal di persembunyian dan terus merubah lokasi tempat tinggalnya agar terhindar dari pembalasan.

“Saya minta maaf karena melanggar hukum tapi saya tidak punya pilihan dalam pikiran saya saat itu,” katanya.

“Saya mempertaruhkan hidup untuk mereka, dan sekarang mereka merampas kebebasan saya.” ungkap Joannya.

“Saya tidak berharap untuk kehilangan hampir segalanya untuk berjuang demi kebebasan dan keselamatan kita, ” ujar wanita yang berjuang melawan ISIS ini.

Facebook Comments
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

To Top