News

Survei Manilka: Banyak Warga Kecewa, Elektabilitas Ahok pun Turun

detik

Survei Manilka atas Pilgub DKI, Minggu (21/8/2016) (Foto: Ahmad Ziaul Fitrahudin/detikcom)

Jakarta – Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama berubah pikiran dari semula maju Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017 lewat jalur independen menjadi menggunakan partai politik. Pilihan ini berdampak pada menurunnya elektabilitas alias tingkat keterpilihan Ahok di Pilgub DKI.

Hasil survei Manilka Research and Consulting yang dirilis hari ini, Minggu (21/8/2016) menyebutkan bahwa elektabilitas Ahok saat ini hanya 43,6 persen. Angka ini menurun dibandingkan pada bulan Juni lalu yang elektabilias Ahok masih mencapai 49,3 persen.

Salah satu penyebab turunnya elektabilitas itu karena adanya kekecewaan warga yang awalnya mendukung Ahok maju pilgub lewat jalur independen. Menurut survei Manilka, dari sisi kesukaan, tingkat kesukaan responden terhadap Ahok mengalami penurunan, yakni dari 62,5 persen di Juni 2016 menjadi 56,1 persen (Agustus 2016).

Memang dari sisi keterkenalan, angka popularitas Ahok mencapai 98,9 persen. Namun dengan menurunnya tingkat kesukaan warga menyebabkan elektabilitas Ahok pun menurun.

“Memang mayoritas responden (98,9 persen) mengaku kenal dengan Gubernur Ahok. Namun tingkat keterpilihan Ahok juga mengalami penurunan dari 49,3 persen (Juni 2016) menjadi 43,6 persen (Agustus 2106),” kata Managing Director Manilka Herzaky Mahendra Putra saat merilis hasil surveinya di Bakoel Coffe, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (21/8/2016).

Survei Manilka dilakukan pada rentang waktu 6-11 Agustus 2016 menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan responden sebanyak 440. Responden tersebar di enam wilayah DKI, yakni Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Kepulauan Seribu. Margin of error dalam survei ini plus minus 4,7 persen dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

“Sebanyak 47,7 persen responden menyatakan Gubernur Ahok tidak konsisten yang akhirnya memilih maju melalui jalur partai
politik di Pilkada DKI Jakarta 2017,” kata Herzaky.
(erd/nrl)

Facebook Comments
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

To Top