News

Ratusan Orang Tewas, Tubuh Korban Terpotong dan Patah Tulang

Reuters/Getty Images Sebagian wajah kota Aleppo, ibu kota Provinsi Aleppo, yang sekaligus kota terbesar kedua di Suriah, compang-camping akibat perang saudara yang telah berjalan sejak Maret 2011.

GENEVA, KOMPAS.com – Pertempuran di Aleppo timur, Suriah, sejak 23 September hingga Jumat (30/9/2016) telah menewaskan 338 orang, termasuk 106 anak.

Pertempuran di wilayah yang terkepung itu juga telah melukai 846 orang, termasuk 261 anak, seperti dilaporkan Reuters mengutip keterangan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Kami minta empat hal, yakni hentikan pembunuhan, hentikan serangan terhadap layanan kesehatan, biarkan mereka yang sakit dan terluka keluar, dan biarkan bantuan masuk,” kata Rick Brennan.

Brennan adalah pejabat tinggi WHO yang menangangi risiko darurat dan bantuan kemanusiaan. Keterangan Brennan itu disampaikan sidang PBB di Geneva, Swiss, Jumat.

Menurut Brennan, situasi di Aleppo timur yang dikuasai oleh pasukan oposisi yang memerangi tentara Presiden Bashar al-Assad, sangat tidak dapat diperkirakan.

Pasukan Rusia dan Suriah telah meningkatkan serangan untuk merebut kembali kendali di daerah yang diduduki oposisi di Aleppo, ibu kota Provinsi Aleppo yang juga kota terbesar kedua di Suriah.

Brennan mengatakan, ia tidak memiliki jumlah detail tentang kondisi warga yang terluka. Namun,  menurutnya sudah jelas apa yang akan terlihat di depan mata.

“Akan ada orang yang luka karena pecahan peluru, karena ledakan, terbakar, luka yang menembus kepala, dada dan perut,” ujarnya.

Brennan menambahkan, “Akan ada orang yang bagian-bagian tubuhnya terpotong, yang mengalami patah tulang. Jenis-jenis luka sangat bisa diperkirakan.”

Pejabat WHO itu mengungkapkan hal itu berdasarkan ratusan serangan serupa sebelumnya, yang berdampak sangat fatal bagi warga, termasuk warga sipil tak bersalah.

Menurutnya, dalam kondisi seperti itu, sudah tidak ada rumah sakit yang bisa menampung ratusan pasien pada saat yang bersamaan.

Terutama lagi setelah Rusia dan Suriah melancarkan serangan udara terbaru pada pekan ini, yang menyebabkan dua rumah sakit besar di Aleppo timur tidak beroperasi.

Brennan mengatakan, WHO sebelumnya memiliki stok bantuan untuk 140.000 orang.

Stok tersebut untuk kebutuhan selama beberapa mingggu, namun situasi keamanan menyulitkan peralatan-peralatan medis yang sangat diperlukan untuk dapat masuk ke kota itu.

Brennan juga ditanya wartawan, apakah WHO memiliki izin dari Damaskus untuk mengirim bantuan peralatan medis jika situasi keamanan memungkinkan?

Ia mengatakan, negosiasi untuk mendapatkan akses masih terus berlangsung dan ia telah bertemu dengan wakil menteri kesehatan Suriah pekan lalu.

“Mereka menyadari bahwa situasinya sangat mendesak,” katanya seperti dilaporkan Reuters.

Brennan juga mengatakan, WHO sebelumnya telah bertemu dengan para pejabat Rusia dan menerangkan dengan “sangat, sangat jelas” bahwa evakuasi perlu dilakukan dan serangan-serangan harus dihentikan.

“Menurut saya, komunikasi masih tetap berjalan dan kami telah bertukar pikiran dalam beberapa hari terakhir ini,” katanya.

Facebook Comments
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

To Top