News

Pedagang Naikkan Harga Hewan Kurban, Ini Alasannya

detik

Seperti sudah jadi rutinitas tahunan, harga hewan kurban yang dijual pedagang musiman jelang hari raya Idul Adha selalu mengalami kenaikan di banding tahun sebelumnya.

Sugiharto, salah satu pengelola pusat penjualan sapi Bina Insan Kamin (BIK) di Matraman, Jakarta Pusat mengatakan, kenaikan harga yang terjadi lantaran meroketnya harga pakan rumput dan komponen biaya lainnya.

“Semua naik, nggak ada yang turun. Pertama pakan rumputnya naik, upah orangnya naik, transportasinya naik. Harga jual sapi dari peternak juga sudah naik. Peternak tentu nggak mau dong jual sapinya harganya masih sama kayak tahun lalu, biaya peliharaan yang mereka tanggung juga naik,” jelas Sugiharto kepada detikFinance, Minggu (28/8/2016).

Jika dibandingkan tahun lalu, menurutnya, kenaikan harga hewan kurban terjadi di kisaran 10%. Dirinya mengaku, hanya mengambil margin sebesar 20% dari harga belinya dari peternak.

Pria asli Magelang ini menuturkan, meski naik, pembeli hewan kurban yang datang memakluminya. Saat ini, dirinya sudah menjual 80 ekor sapi dari target 100 ekor sapi di kandangnya.

“Pembeli juga pada ngerti kenapa harganya naik. Saat ini sudah sold out 80 ekor sapi, paling murah harganya Rp 14,7 juta untuk jenis sapi Bali seberat 250 kg, dan paling mahal Rp 36 juta, bobotnya 6 kuintal (600 kg),” ucap Sugiharto.

Pedagang hewan kurban lainnya, Mila, mengungkapkan hal yang sama. Kenaikan harga sekitar 10% terjadi terutama karena kenaikan ongkos pakan rumput dan harga sapi bakalan.

“Naiknya terjadi karena pakan dan lain-lainnya. Kita menyesuaikan saja, kalau tahun lalu misalnya harga 250 kg bisa dapat Rp 13 juta, sekarang sudah naik sekitar Rp14 juta,” ujar Mila yang mengelola Mal Hewan Kurban Haji Doni di Kota Depok ini.

(drk/drk)

Facebook Comments
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

To Top