News

Nusron: Jakarta Tak Butuh Pemimpin yang Ganteng, tetapi Butuh Manusia “Gendeng”

Kompas.com/Kurnia Sari Aziza (dari kiri ke kanan) Kader Partai Golkar Nusron Wahid, Sekretaris DPD PDI-P DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, Sekretaris DPW Partai Nasdem Wibi Andrino, Ketua DPD Hanura DKI Jakarta Mohamad Sangaji alias Ongen, dan Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus, saat pengumuman tim pemenangan Ahok-Djarot, di Rumah Lembang, Jumat (30/9/2016).

Nusron Wahid, ketua tim pemenangan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, menyampaikan sejumlah alasan mengapa Ahok patut dipilih pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Salah satunya adalah keberanian Ahok dalam memimpin Ibu Kota.

“Jakarta tidak butuh pemimpin yang mengucapkan kata-kata seminaris. Tidak butuh yang ganteng, lenggak-lenggok begitu. Jakarta butuh manusia ‘gendeng’ seperti Ahok,” kata Nusron di markas Teman Ahok di Pejaten, Jakarta Selatan, Sabtu (1/10/2016).

 

Salah satu ‘kegendengan’ Ahok, menurut Nusron, adalah sikapnya yang tak pandang bulu dalam menertibkan Jakarta.

Nusron mengaku pening karena Ahok justru menggusur permukiman di sejumlah wilayah menjelang pilkada alih-alih menebar pesona.

Padahal, kata dia, Ahok bisa kehilangan suara pendukungnya karena penggusuran.

“Ini yang bikin pening yang dukung, kita-kita ini. Di situ kita lihat dia tidak butuh jabatannya. Yang penting dia profesional,” kata Nusron di depan puluhan pendukung Ahok.

 

Nyali Ahok ini pula yang menurut Nusron membuktikan bahwa Ahok tidak bisa disetir oleh partai politik.

Padahal, partai politik membutuhkan simpati dari rakyat agar bisa memenangkan pemilu.

“Kita kasih masukan, ‘Pak jangan gusur dulu karena mau pemilu’, ketakutan itu kan basisnya dulu waktu pemilu. Ahok enggak peduli itu,” ujar Nusron.

Facebook Comments
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

To Top