News

Nias Diguncang Gempa Lagi, Skalanya Meningkat

tempo

Pulau Nias, Sumatera Utara, dan sekitarnya kembali diguncang gempa, Jumat dinihari, 2 September 2016, pukul 03.04 WIB. Pada gempa 4 Juli lalu, Nias dan sekitarnya digoyang lindu berkekuatan magnitudo 4,8. Kini skala gempanya naik jadi bermagnitudo 5,5.

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono menginformasikan, kedua gempa Nias tersebut sama-sama berasal dari zona megathrust akibat aktivitas subduksi atau penunjaman lempeng Indo-Australia ke lempeng Eurasia. Kedua gempa tidak menimbulkan tsunami.

Sumber gempa hari ini terletak di posisi 0,54 LU dan 98,47 BT, tepatnya di laut pada jarak 68 kilometer arah barat Natal, Sumatera Utara, dari kedalaman 47 kilometer. Dampak guncangannya ke wilayah pesisir barat Sumatera Utara, Pulau Nias, Pulau Pini, dan Kepulauan Batu.

Berdasarkan hasil analisis peta tingkat guncangan (shake map) BMKG menunjukkan bahwa guncangan cukup kuat dirasakan di Pulau Nias selatan, Pulau Pini, dan Kepulauan Batu. Getaran kuat itu juga dirasakan di beberapa daerah di pesisir barat Sumatera Utara seperti di Batahan, Natal, Muarasoma, Singkuang, Muaraupu, Banjarpigogah, Airbangis, dan Sikarbau pada skala intensitas II SIG BMKG (II-IV MMI).

Ditinjau kedalaman hiposenternya, kata Daryono, gempa dangkal tersebut dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng di zona megathrust. “Hiposenter gempa tampaknya berada tepat di bidang kontak antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Ini relevan dengan hasil analisis mekanime sumber yang menunjukkan di pusat gempa terjadi mekanisme penyesaran naik (thrust fault).”

Gempa dangkal dari zona megathrust yang mengguncang Nias dan sekitarnya, sebelumnya pernah terjadi 4 Juli 2016 dengan magnitudo 4,8 pada pukul 16.32 WIB, dari kedalaman 24 kilometer. Seluruh wilayah Pulau Nias merasakan guncangan gempa berskala II versi BMKG atau III MMI. Gempa tersebut juga terasa hingga Gunung Sitoli dengan intensitas lebih rendah.

Khusus di wilayah Nias Barat dan Nias Utara, guncangan gempa dirasakan banyak orang tetapi tidak menimbulkan kerusakan bangunan. Beberapa warga sempat panik dan berlarian keluar rumah. Benda-benda ringan yang digantung dilaporkan bergoyang dan jendela kaca bergetar.

Rangkaian dua gempa dengan yang terbaru tersebut menunjukkan sumber gempa mengarah ke daratan Sumatera dari arah barat. “Ya, tampaknya makin ke timur,” kata Daryono.

Dia meminta agar masyarakat lebih waspada terkait aktivitas kegempaan dari sebelah barat Sumatera belakangan ini. “Masyarakat tidak boleh lalai dan abai dengan kiat-kiat menghadapi gempa dan tsunami yang sudah sering disosialisasikan oleh beberapa pihak selama ini,” ujarnya kepada Tempo.

Masyarakat diminta mematuhi arahan BPBD jika terjadi gempa kuat termasuk peringatan dini tsunami. “Tidak semua gempa kuat akan memicu tsunami tetapi kesiap siagaan harus selalu melekat di setiap orang di zona rawan dan berisiko tinggi,” kata dia.

Riwayat gempa di zona megathrust tersebut, gempa kuat pada 1861 berskala magnitudo 8,4, kemusian1935 (M=7,7), 1984 (M=7,4). Beberapa gempa tersebut ujarnya, selain merusak diantaranya juga memicu terjadinya tsunami.

ANWAR SISWADI

Facebook Comments
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

To Top