Health

Ini Penjelasan Medis terkait Kelainan Wajah yang Dialami Gadis 16 Tahun Ini

kompas

Tutik Handayani (16), gadis asal Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, divonis mengalami sumbing wajah atau “facial cleft” oleh dokter.

Kelainan yang dialami Tutik tergolong langka, karena biasanya sumbing terjadi pada bibir.

Ketua Tim Rekonstruksi Pasien Tutik, dr Indri Lakhsmi Putri, menjelaskan, sumbing yang dialami Tutik memanjang tidak hanya di bibir, melainkan sampai ke wajah hingga menjadikan kebutaan pada mata.

“Dalam bahasa medis, Tutik disebut mengalami ketidaksesuaian malaformasi kongenital bentuk pada tengkorak dan wajah, dan berkembang ke dalam berbagai bentuk,” katanya, Selasa (23/8/2016).

Kejadian malaformasi kongenital terjadi pada 1 dari 33 kelahiran. Sumbing wajah bisa melebar hingga ke daerah sekitar mulut dan hidung hingga jaringan lunak dan tulang pada dagu, mata, telinga, kening dan dapat sampai ke batas rambut.

Penanganan operasi wajah pada Tutik diakui Indri relatif sulit karena terlambat ditangani. Tutik baru dibawa ke rumah sakit ketika usianya sudah menginjak 16 tahun.

“Harusnya operasi seperti ini dilakukan ketika pasien berusia 3 bulan,” jelasnya.

Sumbing wajah yang dialami Tutik dialami sejak lahir. Sejak saat itu pula, dia tidak pernah keluar rumah.

Menurut Fatmawati, ibu Tutik, orang yang tidak pernah kenal Tutik akan takut jika melihat wajah gadis tersebut karena terkesan menyeramkan.

Karena kelainan wajah yang dialaminya, Tutik tidak pernah mengenyam pendidikan bangku sekolah hingga berusia 16 tahun.

Facebook Comments
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

To Top