News

Hakim Perintahkan 14 Ribu Email Hillary Clinton Dip

Hakim Perintahkan 14 Ribu Email Hillary Clinton Diperiksa

tempo

Hakim Perintahkan 14 Ribu Email Hillary Clinton Diperiksa

Hillary Rodham Clinton menjadi orang keenam dalam daftar perempuan paling berpengaruh di dunia versi Forbes. Walaupun ia belum resmi mencalonkan diri untuk berpartisipasi dalam pemilihan presiden AS berikutnya, ia telah digadang-gadang akan menjadi lawan yang patut disegani. Patrick Smith/Getty Images

Washington -Hakim pengadilan distrik Amerika Serikat James Boasberg memerintahkan Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat untuk memeriksa kembali 14 ribu email berikut lampiran yang dikirim dari alamat email pribadi mantan menteri luar negeri AS Hillary Clinton.

Perintah hakim ini menindaklanjuti hasil temuan badan penyelidikan pemerintah AS (FBI) bahwa Clinton menggunakan alamat email pribadi dalam menjalankan tugasnya sebagai menteri luar negeri, seperti dikutip dari Channel News Asia, 23 Agustus 2016.  Clinton dilaporkan menggunakan server pribadi dari rumahnya.

Selain memerintahkan peninjauan kembali, hakim juga menjadwalkan 23 September mendatang untuk mendengarkan rilis email-email tersebut. Ini merupakan batas waktu sebelum pemilihan presiden AS tanggal 8 November 2016 diadakan. Hillary Clinton merupakan kandidat presiden AS dari partai Demokrat yang akan bertarung melawan Donald Trump dari partai Republik.

FBI dari hasil investigasinya menilai Clinton sangat ceroboh dengan menggunakan server priabdi untuk informasi sensitif.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Mark Toner mengatakan kepada wartawan pihaknya masih memeriksa kembali 14.900 dokumen dan belum jelas berapa banyak yang bersifat pribadi dan yang terkait dengan pekerjaan. Kementeriannya juga belum jelas mengetahui bagaimana dokumen yang sudah dirilis  diduplikasi namun ada beberapa yang belum dibuka.

Kementerian Luar Negeri AS telah memusnahan sekitar 30.068 email milik Clinton saat Clinton menjabat sebagai menteri luar negeri dari tahun 2009 hingga 2013. Yang sudah dirilis sekitar 55 ribu halaman. Lebih dari 2 ribu email yang ditemukan diklasifikasikan sebagai informasi.

Atas temuan ini, Clinton sudah menyatakan maaf dan siap bertanggung jawab.” Saya bertanggung jawab,” kata Clinton.

Colin Powell, mantan menteri luar negeri sebelum Clinton belakangan muncul memberikan pernyataan bahwa dirinya yang menyarankan Clinton menggunakan alamat email pribadi.

Powell sebagai menteri luar negeri AS dari tahun 2001 hingga 2005 dimasa George W.Bush dari partai Republik menjabat presiden mengatakan Clinton telah memilih untuk menggunakan email pribadi ketimbang akun email pemerintah.

“Orang-orangnya telah berusaha menuding saya, yang benar adalah dia saat itu menggunakan email pribadi selama setahun sebelum saya mengirimkan memo kepadanya untuk menjelaskannya bahwa saya dulu melakukan itu,” kata Powell saat diwawancara People Magazine.

New York Times pekan lalu melaporkan penjelasan Clinton ke FBI sehubungan penggunaan email pribadinya. Menurut Clinton, Powell yang telah menyarankan dirinya untuk menggunakan email pribadi untuk email berkategori “unclassified”. Saat itu Powell bertemu Clinton untuk makan malam.

Pembicaraan keduanya berlangsung saat Clinton baru menjabat menteri luar negeri beberapa bulan lamanya.

Ternyata, dari pemberitaan Reuters, Condolezza Rice yang menggantikan Powel juga menerima email berkategori “classified information” via email pribadi.

Facebook Comments
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

To Top