News

Dari Mana Asal Usul “No Bra Day?”

SHUTTERSTOCK Ilustrasi

KOMPAS.com – No Bra Day atau hari tanpa menggunakan bra selalu ramai dibicarakan setiap tanggal 13 Oktober. Banyak akun pengguna media sosial di sejumlah negara di dunia yang menyertakan tanda pagar #nobraday. Sejumlah artis bahkan ikut-ikutan meramaikan kampanye “No Bra Day” di akun media sosial mereka.

Kampanye tersebut cukup mengundang kontroversial karena mendorong wanita untuk sehari tidak menggunakan bra. Namun, menurut awarenessdays.co.uk, kampanye ini sebenarnya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mengenai kanker payudara.

Lebih tepatnya, kesadaran agar wanita rutin melakukan pemeriksaan payudara sendiri dan pentingnya pemeriksaan kanker payudara untuk deteksi dini.

Oktober sendiri memang merupakan bulan kesadaran kanker payudara. Yang menjadi pertanyaan, tidak diketahui pasti siapa yang pertama kali mencetuskan ide “No Bra Day”

“Meskipun asal-usul Nasional No Bra Day tidak jelas, kampanye ini telah berjalan setidaknya sejak 2011, dengan pesan meningkatkan kesadaran akan pentingnya skrining kanker payudara,” tulis situs awarenessdays.co.uk

Sementara itu, seperti dikutip dari Mirror.co.uk, ada yang menyebut kampanye “No Bra Day” juga menjadi wujud dukungan masyarakat terhadap pasien kanker payudara.

Namun, Cancer Research UK juga mengaku tidak tahu banyak mengenai asal usul “No Bra Day”. Tidak diketahui pasti apakah kampanye “No Bra Day” dilakukan oleh yayasan kanker atau komunitas peduli kanker.

Beberapa pengguna akun media sosial bahkan meragukan kampanye “No Bra Day” adalah bentuk dukungan untuk kanker payudara.

Saat dihubungi Kompas.com, Ketua Komisi Penanggulangan Kanker Nasional (KPKN) Prof. DR dr Soehartati Gondhowiardjo SpRad (K) Onk, juga mengaku tak mengetahui adanya kampanye “No Bra Day” untuk meningkatkan kesadaran kanker payudara.

Facebook Comments
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

To Top