Health

Mitos dan Fakta Soal Nasi yang Perlu Dipahami

Mitos dan Fakta Soal Nasi yang Perlu Dipahami  1

»

Mitos dan Fakta Soal Nasi yang Perlu Dipahami 1Foto: iStock/detikFood

Jakarta Nasi adalah makanan yang hampir selalu ada di setiap waktu makan, dari sarapan hingga makan malam. Menjadi bagian dari keseharian, nasi pun tak lepas dari aneka mitos. Karena itu mitos dan fakta seputar nasi perlu dipahami.

Dirangkum detikHealth, berikut ini berbagai mitos dan fakta tentang nasi yang perlu Anda simak:

1. Stop Makan Nasi Dijamin Cepat Langsing

Mitos.

Beberapa orang sengaja menghindari nasi demi bisa menurunkan berat badan dengan cepat dan signifikan. Namun sebenarnya stop makan nasi saja tidak serta-merta membuat badan menjadi langsing jika yang bersangkutan mengganti nasi dengan makanan lain yang berkalori tinggi dan tidak berolahraga.

Ahli gizi Leona Victoria Djajadi, MND menjelaskan bila orang berpikir karbohidrat menggemukkan dan harus dihentikan konsumsinya sama sekali, hal itu adalah hal yang salah. Meskipun Anda ingin turun berat badan, karbohidrat seperti yang terkandung pada nasi juga penting untuk tetap dikonsumsi.

Ketimbang benar-benar ‘memusuhi’ nasi, Victoria lebih menyarankan untuk mengurangi porsinya.

2. Makan Nasi Kemarin Lebih Sehat Bagi Pasien Diabetes

 

Mitos.

dr Herry Nursetiyanto, SpPD-KEMD dari RS Puri Cinere, mengatakan bahwa kandungan karbohidrat dan kalori di nasi memang tinggi. Itulah yang kemudian memunculkan anggapan nasi panas mengandung indeks glikemik yang lebih tinggi daripada nasi yang sudah dingin.

Menurutnya, nasi panas yang baru saja matang dengan nasi kemarin memiliki indeks glikemik yang sama. Hanya saja, nasi kemarin memang cenderung terasa kurang enak ketimbang nasi yang masih panas, sehingga ada kecenderungan untuk tidak memakannya dalam jumlah banyak.

dr Herry menyarankan agar tetap sehat sebaiknya makan nasi putih panas dengan takaran yang tidak berlebihan dan seimbang nilai gizinya. Artinya meskipun makan nasi dalam jumlah sedikit, lauk-pauknya juga jangan sampai berlebihan.

Mitos dan Fakta Soal Nasi yang Perlu Dipahami 4Foto: Getty Images

3. Nasi Merah Bisa Bantu Turunkan Bobot?

Fakta.

Dari penelitian diketahui sekelompok orang yang makan nasi merah dilaporkan mengalami metabolisme yang lebih cepat sehingga membakar lebih banyak kalori. Sebaliknya, kalori yang terserap juga lebih sedikit, yaitu 92 kalori per hari dibandingkan dengan yang makan nasi putih.

Ketua tim peneliti, Dr Phil Karl menuturkan partisipan yang makan nasi merah cenderung lebih sering buang air besar dengan volume yang lebih banyak. Dengan demikian maka semakin mempercepat proses penurunan berat badan.

dr Cindyawati Pudjiadi, SpGK, MS, ahli gizi dari RS Medistra beberapa waktu lalu menuturkan nasi merah memiliki kalori yang hampir sama dengan nasi putih. Hanya saja nasi merah mengandung serat dan vitamin yang lebih banyak dibandingkan nasi putih.

Karena memiliki banyak serat atau karbohidrat kompleks, maka di dalam tubuh nasi merah dimetabolisme lebih lambat dibandingkan nasi putih. Namun demikian konsumsinya harus disesuaikan juga dengan kebutuhan.

4. Kebanyakan Makan Nasi Lebih Berisiko Diabetes

 

Fakta.

Segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik, tak terkecuali jika kebanyakan makan nasi. Review dari 4 penelitian yang sudah dilakukan dan melibatkan 350.000 partisipan diketahui bahwa orang-orang yang banyak mengonsumsi nasi putih akan memiliki kesempatan yang lebih tinggi untuk mengembangkan diabetes tipe 2.

“Setiap kenaikan porsi asupan nasi putih telah dikaitkan dengan risiko diabetes, meski awalnya kecil tapi risiko ini bisa secara signifikan meningkat,” ujar peneliti Dr Qi Sun dari Harvard School of Public Health, Boston.

Sementara itu menurut Prof Sidartawan Soegondo, MD, PhD, FACE mengingatkan nasi boleh dimakan, tapi jangan berlebihan atau terlalu banyak. Apalagi jika kemudian ditambah asupan gula yang juga banyak, pada beberapa orang bisa meningkatkan gula darah.

Mnurut Prof Sidartawan, makanan lain seperti kentang, mi, roti, dan singkong juga sama saja jika dikonsumsi berlebihan. Karena itu dia mengimbau pasien diabetes atau bukan agar makan makanan sesuai kebutuhannya saja.

“Jangan asal makan saja, tapi jumlah juga diatur,” pesannya.

Sedangkan studi yang dilaporkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menyebut orang yang secara teratur menukar satu porsi nasi putih dengan biji-bijian memiliki 35 persen risiko lebih rendah memiliki gejala-gejala pemicu diabetes. Jika ingin mengganti nasi putih, asupan karbohidrat bisa didapat dari ubi, jagung, singkong, oatmeal, roti gandum dan nasi merah. Makanan-makanan tersebut merupakan karbohidrat kompleks yang kadar gulanya rendah sehingga bisa menahan kenyang lebih lama.

Mitos dan Fakta Soal Nasi yang Perlu Dipahami 6Foto: thinkstock

5. Nasi Dihangatkan Berjam-jam di Magic Jar Membahayakan?

Mitos.

Pakar gizi Jansen Ongko, MSc, RD, menyebut tidak ada efek signifikan terkait jangka waktu pemanasan nasi dengan kesehatan. Selama tidak terkontaminasi dan disimpan dengan baik, maka nasi aman dikonsumsi.

Meski demikian, utrisionis lulusan California State University, Los Angeles ini mengamini nasi yang dihangatkan memang dapat meningkatkan indeks glikemik (IG) nasi. Sebab makin dipanaskan, gugus atomnya menjadi makin sederhana sehingga meningkatkan IG. Nasi yang seperti ini, lanjutnya, hanya perlu dihindari oleh pasien diabetes, namun tidak bagi orang sehat.

Facebook Comments
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

To Top