Health

Meninggal karena Termakan Usia, Seperti Ini Penjelasan Ilmiahnya

Meninggal karena Termakan Usia, Seperti Ini Penjelasan Ilmiahnya

Meninggal karena Termakan Usia,

Meninggal karena Termakan Usia, Seperti Ini Penjelasan IlmiahnyaMeninggal karena usia tua terjadi tidak begitu saja, ada penjelasan ilmiahnya. (Foto ilustrasi: Aditya Mardiastuti/detikcom)
Jakarta, Dalam dunia medis, tidak ada istilah orang meninggal karena usia atau sudah waktunya. Ini hanya istilah yang diberikan orang awam kepada lansia yang meninggal tanpa penyebab yang pasti.

Pada dasarnya, ketika usia seseorang bertambah maka kecenderungannya untuk terserang berbagai penyakit menjadi besar karena sel-sel tubuhnya tak lagi bisa memulihkan diri dan sistem kekebalannya melemah.

Muncullah masalah kesehatan seperti penyakit jantung atau penyakit neurodegeneratif seperti Parkinson atau Alzheimer. Padahal kondisi-kondisi ini mempengaruhi sistem-sistem vital dalam tubuh seperti fungsi otak.

“Ambil contoh Alzheimer. Ini berkaitan dengan gangguan kemampuan menelan atau mengunyah makanan. Banyak lansia yang meninggal diam-diam karena sistem menelan mereka tidak berjalan, jadi makanan, cairan ditelan sampai masuk ke paru-paru dan mengakibatkan pneumonia dan meninggal,” terang Dr Tuly Rosenfeld, ahli geriatri dari University of New South Wales (UNSW).

Mobilitas mereka juga ikut terganggu, sehingga mereka rentan terjatuh atau cedera dan masuk rumah sakit. Begitu masuk rumah sakit, mereka dihadapkan pada risiko-risiko infeksi yang ada di rumah sakit.

Dengan kata lain, Rosenfeld mengatakan, seseorang bukan meninggal karena usia tua, tetapi lebih karena makin buruknya komplikasi yang terjadi pada tubuhnya, akibat penumpukan masalah yang berlangsung dari waktu ke waktu.

“Dokter juga tidak selalu apa penyebab pasti dari kematian lansia karena ada kondisi yang tumpang tindih dalam tubuh si pasien dan menyebabkan kematian. Sulit untuk menentukan yang mana yang paling berperan,” lanjut Dr Rosenfeld seperti dilaporkan ABC Australia.

Di sisi lain, pola makan yang sehat dan rutinitas berolahraga tidak menjamin bisa menghentikan proses penuaan itu sendiri. Paling-paling hanya menundanya saja. Dugaan para pakar, ini ada kaitannya dengan jam biologis tubuh yang membuat proses ini terus berjalan.

Alasan lain, dari waktu ke waktu, terjadi kerusakan sel yang dalam istilah medisnya disebut ‘cellular senescence’, sebuah fenomena biologis di mana sel-sel tubuh berhenti membelah diri.

Ketika hal ini terjadi, tubuh seseorang akan kesulitan memperbaiki jaringan yang mengalami kerusakan atau cedera. Tak hanya itu, sel-sel yang telah memasuki fase ini akan melepaskan senyawa yang mendorong terjadinya peradangan kronis dalam tubuh, sehingga risiko penyakit seperti kanker atau arthritis yang dialami seseorang makin bertambah.

Dugaan ketiga terletak pada telomere, semacam buntut dari kromosom yang akan memendek seiring dengan pertambahan usia. Saat ini terjadi, risiko seseorang terkena penyakit juga meningkat.

Namun belum ada pakar yang benar-benar paham apa peranan telomere dalam proses penuaan, dan apakah telomere ini dapat diintervensi untuk menunda penuaan.

Facebook Comments
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

To Top