Health

Ini yang Perlu Dilakukan Ketika Digigit Anjing yang diduga Rabies

detik

Gigitan anjing menjadi metode penularan utama rabies di Indonesia. Kendati demikian, banyak yang tak tahu apa yang harus dilakukan pertama kali ketika tergigit anjing yang diduga rabies.

drh Andri Jatikusumah dari FAO menjelaskan, penularan rabies memiliki dua tipe, yakni tipe Silvatik dan tipe Domestik.

“Tipe Silvatik itu yang penularannya di alam liar misal dari rakun atau rubah, sedangkan Domestik adalah yang ditularkan hewan peliharaan. Hanya ada 3: anjing, kucing dan monyet,” paparnya di sela-sela Lokakarya Evaluasi dan Keberlanjutan Program Pengendalian Rabies di Pulau Flores dan Lembata, di La Prima Hotel, Labuan Bajo, Selasa (30/8/2016).

Begitu digigit, baik oleh anjing atau kucing, luka akibat gigitan tadi baiknya dicuci di bawah air mengalir selama 15 menit dan gunakan sabun.

Setelah itu, segera kunjungi klinik, puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan vaksin anti-rabies (VAR), sesuai dengan tingkat risiko yang dihadapi.

“Apalagi jika yang bersangkutan berisiko tinggi, artinya digigit dekat otak semisal di wajah atau sekitaran mulut, ini harus secepatnya,” pesan Andri.

Sedangkan mereka yang digigit di bagian tubuh lain seperti kaki atau tangan. Untuk pasien seperti ini risiko rabiesnya rendah, namun diupayakan untuk segera mendapatkan penanganan dalam dua pekan, lanjutnya.

Namun bukan berarti semua gigitan anjing dapat memicu rabies. Oleh karena itu, FAO dan WAP juga memperkenalkan protokol yang disebut TAKGIT (Tata Laksana Kasus Gigitan Terpadu) sebagai bagian dari pemberantasan rabies di NTT.

“Anjing itu kan nggak selalu menggigit karena rabies, ada juga karena provokasi misal dia makan terus diganggu. Jadi semisal ada kasus gigitan, baiknya ditelusuri dulu apakah kasus gigitan ini benar rabies atau tidak,” ujar Andri.

Tanda-tanda klinis rabies pada hewan antara lain perilaku abnormal seperti menggigit hewan lain atau manusia; suara berubah; mengunyah obyek yang bukan makanan; banyak mengeluarkan air liur; berkeliaran tanpa tujuan; hiperseksual; agresif; paralysis atau lumpuh; serta kejang-kejang.

Virus rabies pada anjing biasanya juga bersifat fatal, sehingga pada anjing yang terlanjur terinfeksi dan memperlihatkan gejala klinis biasanya akan mati dalam dua pekan.

Yang tak kalah penting, dilarang memotong, mengolah dan mengonsumsi hewan yang tertular rabies karena hal ini juga dapat menyebarkan virusnya.

Andri mengingatkan, rabies 100 persen dapat dicegah karena virusnya tidak mengalami banyak perubahan, semisal virus flu yang bisa berubah dalam waktu dua tahun.

 

Facebook Comments
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

To Top