Health

Gangguan Makan Aneh, Pria Ini Mampu Telan 40 Pisau

kompas

Banyak orang mengalami gangguan makan. Akan tetapi, gangguan makan pada pria ini sangat tak biasa. Pria asal India (42) itu suka makan pisau.

Ia mengaku, setidaknya sudah 40 pisau yang ditelannya selama dua bulan. Ia konsumsi pisau lipat dan bahkan ada yang tidak dilipat dengan panjang pisau mencapai 18 cm. Hal ini tentu membuat pria ini berdarah-darah kesakitan.

Sampai akhirnya ia dibawa ke rumah sakit untuk operasi pisau yang telah ditelannya. Operasi berlangsung selama lima jam karena begitu banyak pisau yang harus disingkirkan. Beruntung nyawanya tertolong.

Seperti dikutip dari CNN, pria itu mengaku tak tahu mengapa ia menelan pisau. “Tapi saya menikmati rasanya. Saya kecanduan, mirip seperti orang bisa kecanduan alkohol dan hal lainnya,” sebut pria itu.

Menurut National Institutes of Health (NIH), memang ada masalah gangguan makan yang membuat orang tidak makan bahan pangan. Gangguan makan yang bisa terjadi selama sekitar sebulan ini disebut pica.

Ada orang dengan pica yang konsumsi kotoran, tanah liat, rambut, logam, cat, pasir, sabun, dan kertas. Pica bisa terjadi pada anak-anak dan ibu hamil.

NIH mengungkapkan, pada budaya tertentu, sebuah studi menemukan 44 persen ibu hamil kelahiran Meksiko yang tinggal di Southern dan California juga memiliki gejala pica selama kehamilan.

Belum diketahui pasti penyebab pica. Menurut psikologis klinis Gilda Moreno, gangguan makan bisa terjadi karena masalah medis sekaligus psikologis.

Masalah medis misalnya, tubuh kekurangan mineral tertentu, seperti zat besi atau seng. Hal itu dapat memicu pica pada beberapa orang. Bisa juga terjadi karena ada penyumbatan usus, masalah di kerongkongan, infeksi dan keracunan.

Pica juga dikaitkan dengan sejumlah gangguan mental, seperti gangguan obsesif-kompulsif dan skizofrenia.

Pada tahun 2011, peneliti dari Inggris melaporkan kasus seorang wanita berusia 19 tahun yang memiliki gangguan kepribadian borderline. Wanita itu menelan sejumlah pisau dan pisau cukur dengan sengaja untuk menyakiti dirinya sendiri.

Dengan berbagai perawatan, baik dari sisi medis dan psikologis, kebiasaan makan aneh itu pun bisa hilang dari waktu ke waktu.

Facebook Comments
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

To Top