Health

Bocah di Kediri Tiba-tiba Tersunat, Ini Kata Dokter

Sunat.(Independent)

KEDIRI,  Seorang bocah lelaki berusia 5 tahun di Kediri, Jawa Timur, mengalami khitan yang diyakini dilakukan oleh jin. Namun kaca mata medis mempunyai pandangan sendiri atas peristiwa itu.

Dokter spesialis bedah RSUD Gambiran, Kota Kediri, dr Edy Supriyanto mengungkapkan, fenomena sunat jin, dalam istilah kedokteran dikenal sebagai parafimosis.

Parafimosis yaitu berupa tertariknya kulit penutup kepala penis ke arah belakang hingga menyebabkan penampakan seperti terkelupas menyerupai hasil sunat. Tarikan kulit kulup itu menurutnya cukup berbahaya karena dapat menyebabkan pembengkakan.

Pembengkakan itu akan mempunyai efek jepitan pada area batang penis. Jika situasi itu dibiarkan berlarut, akan cukup berbahaya.

Sebab, pembengkakan yang semakin besar dan jepitan yang ada akan mempengaruhi peredaran darah pada area kepala penis. Hal ini berpotensi merusak organ.

“Cukup bahaya karena aliran darah akan terhambat dan kepala (penis) bisa mati nantinya,” ujar dr Edy saat ditemui, Selasa (13/6/2017).

 

 

Karena itu, mereka yang dianggap disunat jin harus segera mendapat penanganan secara medis karena sifatnya dalam kategori darurat. Penanganan medis kemudian dilakukan dengan melakukan sirkumsisi atau khitan.

Advertisment

Selama ini, dia mengungkapkan, sudah beberapa kali menangani kasus seperti itu dan pasiennya selalu dilakukan sirkumsisi. Itu karena fenomena sunat jin, menurutnya termasuk kategori belum disunat.

Sebelumnya diberitakan, AAK (5) tiba-tiba mengaduh kesakitan pada bagian kelaminnya saat bermain di halaman rumahnya di Desa Kejuron, Desa Plosorejo, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, Minggu (11/6/2017).

Saat Yulita (37), ibunya, membuka celana sang anak, ia menemukan ada yang aneh pada penisnya. Yaitu kulit penutup ujung penis sudah raib hingga mirip kondisi terkhitan.

Yang membuat aneh, luka tersebut tidak meninggalkan darah maupun sisa potongan kulit yang hilang tadi. Bahkan kemungkinan kejepit resleting juga terpatahkan karena menurut ibunya, saat itu anaknya mengenakan celana panjang tanpa resleting.

(Baca juga: Praktik Sunat Perempuan Masih Terjadi di Singapura, Mengapa?)

 

Situasi itu yang membuat Yulita meyakini anak lelaki pertamanya itu mengalami sunat luar biasa yang dilakukan oleh jin.

Usai peristiwa itu, pihak keluarga tidak membawa anak mereka ke rumah sakit karena kondisinya dianggap cukup baik. Bahkan tidak ada tanda-tanda sakit maupun rewel.

Facebook Comments
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

To Top