Bisnis

Ini 4 Alasan Seseorang Gagal Mapan Finansial di Usia Matang

tribunnews

Gambaran kehidupan yang mapan financial biasanya identik dengan memiliki asset berupa rumah, kendaraan dan banyaknya tabungan yang dimiliki saat usia masih muda. Hal tersebut tentu tidak mudah dilakukan.

Diperlukan kedisplinan dan kerja keras dalam hal ini, untuk mendapatkan asset yang diinginkan tersebut. namun, sebagian besar orang masih merasa sulit untuk bisa hidup lebih disiplin dan juga bekerja keras dan pada akhirnya, hingga mencapai usia matang pun, keadaan financial mereka masih kurang maksimal.

Semakin berkembangnya teknologi, semakin mudahnya mengakses segala sesuatu informasi, bukan berarti membuat kita menjadi malas dan hanya berdiam diri, sementara keinginan untuk bisa bebas masalah financial selalu ada.

Namun, godaan untuk menjadi seorang yang konsumtif terkadang masih sangat menguasai diri kita, sehingga kita menyepelekan masa depan yang jelas-jelas sedang kita tuju dari sekarang ini. mengulangi kesalahan yang sama, dengan terlalu menghamburkan uang juga menjadi penyebab tidak munculnya rasa disiplin dan kerja keras tadi.

Apa saja alasan yang menyebabkan anda tidak bisa mencapai kemapanan financial, padahal usia anda sudah dewasa atau matang, berikut ulasannya:

1. Tidak Mencoba Berinvestasi Sejak Dini
Sebuah survei telah menemukan bahwa 4 dari 10 orang yang diwawancara mengakui bahwa, mereka berharap dapat menabung lebih dini saat masih dalam usia produktif.

Survey tersebut sepertinya mewakili beberapa orang yang kurang maksimal keadaan finansialnya di usianya yang sudah matang. Orang tersebut juga merasa menyesal karena tidak mempersiapkannya dalam bentuk investasi sejak dulu.

Sekarang coba kita memperhitungkan jika seseorang di Usia 25 Tahun dengan taksiran penghasilannya Rp. 40 juta per tahun dan kenaikan gaji sebesar 2 persen per tahun, jika dia melakukan investasi paling tidak 10 persen dari gaji setiap tahunnya dan terus berinvestasi secara teratur tiap tahun hingga usia 65 Tahun, dengan asumsi bunga bank 6 persen per tahun.

Hasil yang didapatnya saat pensiun nanti adalah Rp 830 Juta. Sementara itu, jika ia memulai berinvestasi di usia 30 tahunan, ia hanya mendapat Rp 185 juta pada saat pensiun nanti. Hanya berselang 5 tahun, perbedaannya sangat jelas bukan.

2. Kurang Berhemat Saat Masih Produktif
Sepertinya mayoritas kaum muda saat ini adalah generasi yang lebih menyukai sikap boros dibandingkan dengan sikap berhemat.

Hal ini terbukti dengan semakin menjamurnya kafe-kafe di sekitaran kota besar dan juga banyaknya jenis makanan dan minuman baru yang membuat konsumen yang mayoritasnya anak muda ini semakin suka berkuliner dan lupa untuk menabung.

Coba anda perhitungkan kembali, jika saja anda menghemat uang makan bulanan anda setidaknya Rp. 300 ribu per bulan, anda akan mendapat uang tambahan untuk pensiun senilai Rp. 144 juta. Uang yang jumlahnya cukup besar tersebut tentu nanti akan bisa digunakan untuk menjalani hidup di masa pensiun dengan lebih nyaman.

3. Tidak Melakukan Perencanaan Pensiun Sejak Dini
Hal ini juga perlu ditekankan sejak dini, untuk melakukan perencanaan pensiun karena dampaknya akan sangat baik di masa yang akan datang. Ada banyak hal yang harus diperhitungkan menjelang pensiun nanti, seperti biaya kesehatan, tempat tinggal, gaya hidup sehat yang bisanya tidak murah serta untuk hobi.

4. Anda Lupa Berasuransi
Setelah anda memikirkan perencanaan pensiun, nampaknya untuk masa depan yang lebih baik tidak hanya sebatas berhemat untuk masa pensiun, tapi juga anda perlu berasuransi. Asuransi memang dianggap kurang penting bagi sebagian orang di Indonesia , namun tidak ada salahnya mengikuti beberapa program asuransi yang memang anda perlukan.

Perhitungkan Setiap Pendapatan dan Pengeluaran Anda
Menghitung mungkin bukanlah hal yang menyenangkan bagi sebagian orang, namun setidaknya hitunglah keadaan finansial anda sendiri. hitung secara sederhana, berapa pendapatan per bulan dan juga berapa pengeluaran yang wajib dikeluarkan setiap bulannya. Dengan begitu, kita bisa juga memperhitungkan untuk penghematan dan untuk menabung tentunya. (Aprillia Ika)

Facebook Comments
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

To Top