Bisnis

Harga Pasokan Sapi Ekspor Australia ke Indonesia Naik Lagi

detik

Darwin

Harga sapi ekspor Australia tujuan Indonesia kembali mengalami peningkatan, sebagaimana terlihat pada sapi-sapi yang dikapalkan dari Pelabuhan Darwin. Harga ternak sapi ekspor ini mencapai AUD 3,60 perkilo.

Peningkatan harga juga terpantau mengalami peningkatan di perbatasan Australia Barat, yang menguntungkan para peternak di daerah Kimberley pekan ini, yang mengirimkan sekitar 3 ribu ekor ternaknya melalui Pelabuhan Wyndham Port.

Kapal ternak Devon Express dimuati dengan ternak yang berasal dari wilayah East Kimberley, termasuk dari peternakan Carlton Hill, Flora Valley dan Legune Station.

Menurut Steve Forrest dari Wyndham Port, pihaknya senang ternak-ternak ini dikapalkan, setelah pelabuhan itu agak sepi dari aktivitas ekspor ternak sebelumnya.

“Kita mengalami masa-masa yang mengecewakan sebelumnya, dan sejauh ini baru 7 kapal ternak yang berangkat tahun ini,” jelasnya kepada ABC Rural.

“Sekitar 20 ribu ekor (yang dikirim dari Wyndham sepanjang 2016) dan kami berharap bisa dua kalinya,” tambah Forrest.

Dia mengatakan saat ini tidak ada kapal ternak untuk Pelabuhan Wyndham Port, namun berharap hal itu akan berubah, sejalan dengan tersedianya jumlah ternak yang memadai di wilayah itu serta harga yang terus meningkat.

Harga ternak sapi ekspor mengawali tahun ini dengan tingkat tertinggi sekitar 3,90 dollar perkilo (eks Darwin), lalu turun kembali dan bertahan beberapa bulan di tingkat harga 3,30 dollar perkilo.

Dengan meningkatnya harga saat ini, tingkat keuntungan para eksportir dan importir akan diuji.

Menunggu Izin Indonesia

Industri ternak Australia kembali menunggu kepastian berapa banyak izin impor yang akan diterbitkan Pemerintah RI untuk catur wulan ketiga (Cawu III).

Kurang dari dua pekan sebelum mulainya Cawu III, kalangan industri belum melihat indikasi kapan dan berapa banyak izin yang akan diterbitkan.

Sepanjang 2016 ini Indonesia telah menerbitkan izin impor sapi Australia sebanyak 450 ribu ekor, 200 ribu untuk Cawu I dan 250 ribu Cawu II yang sampai pekan ini masih berlaku.

Diperkirakan Pemerintah RI akan menerbitkan izin untuk 150 ribu ekor dalam Cawu III, namun seorang sumber ABC menyatakan, “jangan berspekulasi”.

Sejumlah eksportir kepada ABC Rural mengatakan pasokan ternak di wilayah Australia utara semakin ketat, makanya harga meningkat, dan untuk memenuhi jumlah 150 ribu ekor merupakan tantangan tersendiri.

Meningat tertundanya izin impor pada dua Cawu pertama 2016, kalangan eksportir menunggu kepastian izin Cawu III paling cepatnya pada akhir pekan pertama bulan September.

Diterbitkan Pukul 15:00 AEST 22 Agustus 2016 oleh Farid M. Ibrahim. Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.
(nwk/nwk)

 

 

Facebook Comments
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

To Top