Life

10 Hal yang Harus Dibicarakan dengan Pasangan Sebelum Menikah

Pasangan berkencan di taman

 

Pasangan berkencan di taman
Pasangan berkencan di taman(woottigon)

 Saat kita merasa bahwa kekasih adalah “the one”, kita mengira semua akan berjalan sempurna dan hidup bahagia selamanya. Masalahnya, pernikahan yang langgeng perlu diusahakan.

Bagaimanapun, ia adalah pasangan yang Anda harapkan untuk menghabiskan seumur hidup bersama membentuk keluarga idaman. Tapi, dunia akan berubah, usia terus bertambah, dan tantangan akan menguji Anda. Agar hubungan bertahan jangka panjang dibutuhkan tanggung jawab, pengertian, dan kesabaran.

Sebelum Anda melangkah ke jenjang pernikahan, ketahui apa saja yang perlu dibahas untuk mempersiapkan diri pada setiap kemungkinan.

1. Spritualitas

Bahkan jika Anda memiliki keyakinan yang sama, belum tentu paham atau pandangan Anda akan sama dengan pasangan. Untuk alasan ini, penting untuk bersikap terbuka dan jujur tentang keyakinan Anda dan bagaimana Anda merencanakan untuk mempraktikkannya. Pembicaraan mengenai hal ini harus lebih mendalam lagi jika Anda dan pasangan berbeda agama karena potensi konflik lebih besar.

2. Akankah kita punya anak

Ini adalah topik besar dan harus ditanggapi dengan serius. Anda dan pasangan harus benar-benar siap menjadi orangtua. Apakah Anda dan pasangan sepakat untuk memiliki anak atau tidak, jika iya berapa jumlahnya dan bagaimana cara membesarkan mereka.  Pastikan untuk menyentuh topik hangat seperti vaksinasi, tempat penitipan anak, dan homeschooling.

Perhatikan pendapat pasangan dan prinsip yang dianutnya. Jangan mengecilkan keinginan Anda sendiri, dengan harapan kelak bisa meyakinkan pasangan untuk berubah pikiran.

3. Di mana kita akan tinggal

Topik ini jarang dibicarakan padahal merupakan salah satu faktor yang membuat pernikahan kurang harmonis. Bicarakan dengan pasangan tentang di mana Anda berdua akan tinggal. Apakah di apartemen, membeli rumah di pinggiran kota, atau menumpang dengan orangtua.

Anda mungkin akan terkejut dengan jawaban yang Anda dapatkan. Sebagian orang benar-benar terikat dengan kota tempat mereka tinggal dan tidak pernah berniat pindah. Ini jelas merupakan percakapan penting bagi Anda berdua sebelum menikah.

4. Hutang

Membicarakan tentang uang memang tidak nyaman. Anda tidak ingin terlihat seperti sedang mencoba membongkar atau menghakimi, namun jika Anda ingin berbagi hidup dengan seseorang, Anda perlu tahu bagaimana keuangan merea. Jangan sampai Anda malah membayar hutang orang lain. Tentu saja, jika Anda adalah pihak yang berhutang, sebaiknya bereskan dulu hutang-hutang Anda. Jika memungkinkan, jangan rencana pernikahan sampai keuangan Anda lebih mudah diurus.

5. Memilih furnitur

Sangat penting untuk saling jujur soal preferensi dalam memilih suatu barang—terutama furnitur rumah. Beberapa dari kita cukup senang dengan barang-barang minimalis, tapi ada orang lain yang memang suka dengan sedikit kemewahan.

Tidak ada yang salah atau benar selama kita jujur tentang hal itu dan harus dikompromikan bila ada hal yang berbeda.

6. Siapa yang mengurus rumah

Menurut budaya timur, istri adalah pihak yang memiliki porsi tanggung jawab lebih besar dalam urusan domestik. Masalah ini lebih ringan jika ada asisten rumah tangga, tapi jika tidak berbagi tanggung jawab antara suami dan istri bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan.

7. Seks

Sama seperti hal lain, preferensi seksual seseorang unik dan harus dihormati. Sangat penting untuk saling jujur soal preferensi seksual masing-masing. Misalnya, frekuensi bercinta seperti apa yang dianggap terlalu sedikit dan apa yang cukup, ketika menyangkut seberapa sering Anda bercinta? Apa pendapatnya tentang film porno? Tentu, beberapa di antaranya malu bersikap jujur tapi menikah adalah komitmen serius. Anda harus bisa membicarakan hal-hal ini agar memiliki hubungan yang saling memuaskan.

8. Mertua 

Kehidupan pernikahan terasa lebih mudah jika hubungan menantu dan mertua lancar dan tanpa konflik. Karena itu semasa pacaran luangkan waktu untuk mengenal lebih dekat keluarga pasangan dan juga calon ipar-ipar Anda.

9. Makanan

Masa pacaran tidak cukup untuk memberi Anda pemahaman penuh tentang preferensi makan pasangan Anda. Ketika mulai mengisi dapur dan kulkas, mungkin Anda akan terkejut dengan perbedaan kebiasaan antara Anda dengan pasangan. Salah satu pasangan mungkin membenci fakta bahwa makanan tidak sehat dibawa ke rumah, dan yang lainnya mungkin merasa dikritik secara tidak adil.

Taruhannya bahkan lebih tinggi lagi setelah ada anak karena Anda mungkin khawatir tentang bagaimana kebiasaan makan tidak sehat akan mempengaruhi mereka. Inilah salah satu hal yang harus benar-benar dibahas sebelum menikah. Lihatlah apakah Anda bisa mencapai kesepakatan yang sehat dan bahagia. Jika tidak, cari jalan tengahnya.

10. Setelah pensiun

Harapan setiap pasangan adalah bisa tumbuh tua bersama – tapi lalu apa? Ada banyak hal yang perlu dibicarakan daripada yang mungkin Anda sadari. Sebagai permulaan, berapa umur yang Anda inginkan saat Anda pensiun? Jawaban atas pertanyaan ini mungkin mengejutkan Anda.

Setelah pensiun, apa yang ingin Anda lakukan dengan waktumu? Apakah Anda ingin berkeliling dunia? Membuat usaha? Relawan untuk badan amal tertentu? Bagaimana Anda membayangkan tahun-tahun terakhir hidup Anda bernilai dan berbagi dengan pasangan Anda sehingga Anda dapat melihat apakah tujuan Anda sesuai.

Facebook Comments
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

To Top