Sport

Ini Penjelasan tentang Dua Grup Divisi Putih dan Divisi Merah IBL 2017

Ini Penjelasan tentang Dua Grup Divisi Putih dan Divisi Merah IBL 2017
Ini Penjelasan tentang Dua Grup Divisi Putih dan Divisi Merah IBL 2017Foto: IBL Indonesia
Jakarta – Indonesian Basketball League (IBL) 2017 menggunakan sistem baru. Para kontestan dibagi dalam dua grup–disebut divisi–yang akan tetap berjumpa satu dengan yang lainnya. Seperti apa?

IBL akan dihelat mulai 20 Januari 2017. Perebutan poin akan dimulai dari Surabaya.

Liga akan membagi para peserta menjadi dua grup: divisi merah dan divisi putih. Divisi merah diisi CLS Knights Surabaya, Satria Muda Pertamina, Bank BJB Garuda Bandung, JNE Siliwangi, dan Bima Perkasa Jogja. Adapun divisi putih diisi Pelita Jaya, W88 News Aspac Jakarta, Hangtuah Symsel, Satya Wacana Salatiga, NSH, dan Pasific Caesar.

Direktur Liga Utama Hasan Gozali mengatakan pembagian klub-klub menajdi dua grup ini berdasarkan hasil akhir IBL musim 2016.

“Jadi konsep pemilihannya secara ular. Dari urutan pertama lanjut kedua, tiga, dan seterusnya sampai 11. Jadi diular,” kata Direktur Utama IBL, Hasan Gozali, dalam jumpa pers di Hotel Santika, Slipi, pada Selasa (10/1/2017).

Adapun tujuan digunakannya sistem ini adalah untuk dapat melahirkan rivalitas-rivalitas baru diantara tim-tim peserta. Sistem ini juga akan membuat persaingan di dalam divisi semakin ketat karena setiap tim akan bersaing untuk menjadi juara grup yang secara otomatis akan mendapat tiket langsung ke semifinal.

“Selain itu, dengan adanya pembagian divisi ini juga kita bisa mengambil fanbase. Jadi yang datang bukan penonton basket secara keseluruhan tapi fanbase juga. Kami challenge dan aktif untuk menarik fanbase,” ujar dia.

Dalam pelaksanaannya, tim yang berada dalam satu divisi akan bertemu sebanyak dua kali dan akan bertemu tim dari divisi yang berbeda sebanyak satu kali.

“Ini bukan karena peserta tim IBL ganjil, tapi kami mau membangun rivalitas dalam grup masing-masing. Jadi pembagian divisi ini sebenarnya soal frame work-nya saja. Sistem pertandingan akan tetap sama, berjalan dengan seri, di lima kota dengan delapan seri. Jakarta tiga kali, Bandung dua kali, Semarang, Yogyakarta dan Surabaya. Jadi masing- masing tetap main di kota yang sama, walau divisi berbeda,” pungkasnya.

Facebook Comments
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

To Top